Karhutla di Sungai Gelam Makin Meluas, Bupati Muaro Jambi BBS Disentil Aktivis: Malah Latihan Nembak
JAMBI — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi kian mengkhawatirkan seiring memasuki puncak musim kemarau. Kabut asap dan debu sisa pembakaran kini mulai mengepung pemukiman, mengganggu pernapasan warga, serta memicu kelangkaan air bersih.
Di tengah situasi darurat ini, seluruh pemangku kebijakan mulai dari Gubernur Jambi Al Haris, Kapolda Jambi, Danrem, hingga jajaran Kapolres dan Dandim dilaporkan berjibaku sekuat tenaga di lapangan demi menjinakkan api. Salah satu titik terparah yang viral adalah karhutla di Desa Gabut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, yang sudah seminggu tak kunjung padam dan justru makin meluas.
Namun, di tengah kerja keras para pejabat tinggi provinsi, keberadaan Bupati Muaro Jambi, BBS, justru menuai sorotan tajam. Batang hidungnya tak pernah terlihat di lokasi bencana yang berada di wilayah hukumnya sendiri. BBS dituding menutup mata dan lebih memilih menghadiri hajatan anak buahnya serta melakukan latihan menembak di Mako Brimob Talang Gulo.
Aktivis Muda Sungai Gelam, Raditian Bintang Agustus, mengecam keras sikap sang bupati. Menurutnya, tindakan BBS sangat tidak beretika dan terkesan meremehkan situasi darurat, padahal para petinggi Provinsi Jambi silih berganti turun ke lokasi memberikan komando.
“Kami selaku warga sangat kecewa dengan sikap bupati kami ini. Jangankan menurunkan bantuan, berempati saja tidak. Kami menyesal memilih BBS jadi bupati. Kecurigaan kami ternyata benar, BBS bukan orang Muaro Jambi. Ingin jadi Bupati Muaro Jambi dengan jargon ‘Berbakti’, tapi nyatanya bukan mau berbakti, malah ajak koleganya kumpulkan pundi-pundi,” pungkas Raditian dengan nada kecewa.
Disclaimer: Artikel ini ditulis berdasarkan sudut pandang dan pernyataan dari aktivis terkait dugaan BBS meremehkan Kapolda, Danrem, dan Gubernur Jambi dalam penanganan bencana karhutla.


